This slideshow requires JavaScript.
Kecepatan internet sebenarnya tergantung kepada koneksi yang kita gunakan. Tetapi tidak ada salahnya jika kita juga memaksimalkan settingan operation system kita sehingga koneksi internet yang kita gunakan benar-benar maksimal kecepatannya sehingga bisa mempercepat koneksi internet kita.Aplikasi Percepat Koneksi Internet Cell Boost 3.0.0
13/01/2012 pada 10:45 (Software)
Cara Mengetahui Jenis Kelamin PC atau Laptop Kesayangan
10/01/2012 pada 10:36 (Tips dan Trik)
Mengelola Ketidaksetujuan terhadap Hasil Syuro
09/11/2011 pada 05:36 (Artikel)
Pengalaman keikhlasan yang penting adalah tunduk dan patuh pada sesuatu yang kita tidak setujui dan taat dalam keadaan terpaksa. Dalam kaitan ini sangat relevan muncul pertanyaan, bagaimana mengelola ketidaksetujuan terhadap hasil syuro?
Sebelum sampai kepada jawaban pertanyaan tersebut ada baiknya kita lakukan langkah-langkah berikut, sebagaimana dalam tulisan Ust. Anis matta.
“Perbedaan adalah sumber kekayaan dalam kehidupan berjamaah. Mereka yang tidak bisa menikmati perbedaan itu dengan cara yang benar akan kehilangan banyak sumber kekayaan. Dalam ketidaksetujuan itu sebuah rahasia kepribadian akan tampak ke permukaan: apakah kita matang secara tarbawi atau tidak?”
Rasanya perbincangan kita tentang syuro tidak akan lengkap tanpa membahas masalah yang satu ini. Apa yang harus kita lakukan seandainya tidak menyetujui hasil syuro? Bagaimana “mengelola” ketidaksetujuan itu? Kenyataan seperti ini akan kita temukan dalam perjalanan dakwah dan pergerakan kita. Dan itu lumrah saja. Karena merupakan implikasi dari fakta yang lebih besar, yaitu adanya perbedaan pendapat yang menjadi ciri kehidupan majemuk. Kita semua hadir dan berpartisipasi dalam dakwah ini dengan latar belakang sosial dan keluarga yang berbeda, tingkat pengetahuan yang berbeda, tingkat kematangan tarbawi yang berbeda. Walaupun proses tarbawi berusaha menyamakan cara berpikir kita sebagai dai dengan meletakkan manhaj dakwah yang jelas, namun dinamika personal, organisasi, dan lingkungan strategis dakwah tetap saja akan menyisakan celah bagi semua kemungkinan perbedaan.
Disinilah kita memperoleh “pengalaman keikhlasan” yang baru. Tunduk dan patuh pada sesuatu yang tidak kita setujui. Dan, taat dalam keadaan terpaksa bukanlah pekerjaan mudah. Itulah cobaan keikhlasan yang paling berat di sepanjang jalan dakwah dan dalam keseluruhan pengalaman spiritual kita sebagai dai. Banyak yang berguguran dari jalan dakwah, salah satunya karena mereka gagal mengelola ketidaksetujuannya terhadap hasil syuro.
Jadi, apa yang harus kita lakukan seandainya suatu saat kita menjalani “pengalaman keikhlasan” seperti itu?
Pertama, marilah kita bertanya kembali kepada diri kita, apakah pendapat kita telah terbentuk melalui suatu “upaya ilmiah” seperti kajian perenungan, pengalaman lapangan yang mendalam sehingga kita punya landasan yang kuat untuk mempertahankannya? Kita harus membedakan secara ketat antara pendapat yang lahir dari proses ilmiah yang sistematis dengan pendapat yang sebenarnya merupakan sekedar “lintasan pikiran” yang muncul dalam benak kita selama rapat berlangsung. Seadainya pendapat kita hanya sekedar lintasan pikiran, sebaiknya hindari untuk berpendapat atau hanya untuk sekedar berbicara dalam syuro. Itu kebiasaan yang buruk dalam syuro. Namun, ngotot atas
dasar lintasan pikiran adalah kebiasaan yang jauh lebih buruk. Alangkah menyedihkannya menyaksikan para du’at yang ngotot mempertahankan pendapatnya tanpa landasan ilmiah yang kokoh. Tapi, seandainya pendapat kita terbangun melalui proses ilmiah yang intens dan sistematis, mari kita belajar tawadhu. Karena, kaidah yang diwariskan para ulama kepada kita mengatakan, “Pendapat kita memang benar, tapi mungkin salah. Dan pendapat mereka memang salah, tapi mungkin benar.”
Kedua, marilah kita bertanya secara jujur kepada diri kita sendiri, apakah pendapat yang kita bela itu merupakan “kebenaran objektif” atau sebenarnya ada “obsesi jiwa” tertentu di dalam diri kita, yang kita sadari atau tidak kita sadari, mendorong kita untuk “ngotot”? Misalnya, ketika kita merasakan perbedaan pendapat sebagai suatu persaingan. Sehingga, ketika pendapat kita ditolak, kita merasakannya sebagai kekalahan. Jadi, yang kita bela adalah “obsesi jiwa” kita. Bukan kebenaran objektif, walaupun —karena faktor setan— kita mengatakannya demikian. Bila yang kita bela memang obsesi jiwa, kita harus segera berhenti memenangkan gengsi dan hawa nafsu. Segera bertaubat kepada Allah SWT. Sebab, itu adalah jebakan setan yang boleh jadi akan mengantar kita kepada pembangkangan dan kemaksiatan. Tapi, seandainya yang kita bela adalah kebenaran objektif dan yakin bahwa kita terbebas dari segala bentuk obsesi jiwa semacam itu, kita harus yakin, syuro pun membela hal yang sama. Sebab, berlaku sabda Rasulullah SAW, “Umatku tidak akan pernah bersepakat atas suatu kesesatan.” Dengan begitu kita menjadi lega dan tidak perlu ngotot mempertahankan pendapat pribadi kita.
Ketiga, seandainya kita tetap percaya bahwa pendapat kita lebih benar dan pendapat umum yang kemudian menjadi keputusan syuro lebih lemah atau bahkan pilihan yang salah, hendaklah kita percaya bahwa mempertahankan kesatuan dan keutuhan shaff jamaah dakwah jauh lebih utama dan lebih penting dari pada sekadar memenangkan sebuah pendapat yang boleh jadi memang lebih benar. Karena, berkah dan pertolongan hanya turun kepada jamaah yang bersatu padu dan utuh. Kesatuan dan keutuhan shaff jamaah bahkan jauh lebih penting dari kemenangan yang kita raih dalam peperangan. Jadi, seandainya kita kalah perang tapi tetap bersatu, itu jauh lebih baik daripada kita menang tapi kemudian bercerai berai. Persaudaraan adalah karunia Allah yang tidak tertandingi setelah iman kepada-Nya.
Seadainya kemudian pilihan syuro itu memang terbukti salah, dengan kesatuan dan keutuhan shaff dakwah, Allah SWT dengan mudah akan mengurangi dampak negatif dari kesalahan itu. Baik dengan mengurangi tingkat resikonya atau menciptakan kesadaran kolektif yang baru yang mungkin tidak akan pernah tercapai tanpa pengalaman salah seperti itu. Bisa juga berupa mengubah jalan peristiwa kehidupan sehingga muncul situasi baru yang memungkinkan pilihan syuro itu ditinggalkan dengan cara yang logis, tepat waktu, dan tanpa resiko. Itulah hikmah Allah SWT, sekaligus merupakan satu dari sekian banyak rahasia ilmu-Nya.
Dengan begitu, hati kita menjadi lapang menerima pilihan syuro karena hikmah tertentu yang mungkin hanya akan muncul setelah berlalunya waktu. Dan, alangkah tepatnya sang waktu mengajarkan kita panorama hikmah Ilahi di sepanjang pengalaman dakwah kita.
Keempat, sesungguhnya dalam ketidaksetujuan itu kita belajar tentang begitu banyak makna imaniyah: tentang makna keikhlasan yang tidak terbatas, tentang makna tajarrud dari semua hawa nafsu, tentang makna ukhuwwah dan persatuan, tentang makna tawadhu dan kerendahan hati, tentang cara rnenempatkan diri yang tepat dalam kehidupan berjamaah, tentang cara kita memandang diri kita dan orang lain secara tepat, tentang makna tradisi ilmiah yang kokoh dan kelapangan dada yang tidak terbatas, tentang makna keterbatasan ilmu kita di hadapan ilmu Allah SWT yang tidak terbatas, tentang makna tsiqoh kepada jamaah.
Jangan pernah merasa lebih besar dari jamaah atau merasa lebih cerdas dari kebanyakan orang. Tapi, kita harus memperkokoh tradisi ilmiah kita. Memperkokoh tradisi pemikiran dan perenungan yang mendalam. Dan pada waktu yang sama, memperkuat daya tampung hati kita terhadap beban perbedaan, memperkokoh kelapangan dada kita, dan kerendahan hati terhadap begitu banyak ilmu dan rahasia serta hikmah Allah SWT, yang mungkin belum tampak di depan kita atau tersembunyi di hari-hari yang akan datang.
Perbedaan adalah sumber kekayaan dalam kehidupan berjamaah. Mereka yang tidak bisa menikmati perbedaan itu dengan cara yang benar akan kehilangan banyak sumber kekayaan. Dalam ketidaksetujuan itu sebuah rahasia kepribadian akan tampak ke permukaan: apakah kita matang secara tarbawi atau tidak ?
Wallahu’alam bishowaf
Sumber : Bab 16 dari buku “Strategi Dakwah Meraih Kemenangan” By Anis Matta, Lc
Tips menghadapi Tes TOEFL
01/10/2011 pada 14:31 (Tips dan Trik)
Hari ini untuk kesekian kalinya saya mencoba mengikuti tes TOEFL, ntah gimana hasilnya!!! (mengharap.com). Setelah searching di google ketemu beberapa artikel menarik dalam mempersiapkan ujian TOEFL tersebut. Oleh karena itu ana ingin berbagi dengan rekan-rekan semua.., Smg bermanfaat!
TOEFL yang merupakan singkatan dari “Test Of English as a Foreign Language”. Tes TOEFL ini biasanya sering dijumpai pada saat rekrutmen pegawai baru atau pada saat akan melanjutkan studi S2 baik di dalam ataupun luar negeri. Tes ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan bahasa inggris (Amerika) seseorang secara tertulis. Tes initerdiri dari tiga bagian, antara lain:
- Toefl Listening Comprehension Test, terdiri dari 50 soal dalam waktu 30-40 menit
- Toefl Structure and Written Test, terdiri dari 40 soal dalam waktu 25 menit
- Toefl Reading Comprehension Test, terdiri dari 50 soal dalam waktu 55 menit
Hasil tertinggi dari tes ini adalah pada angka 675. Namun biasanya untuk tes rekrutmen pegawai baru ataupun lanjut S2 standar minimal TOEFL hanya berkisar pada angka 500 sampai 550 saja.
Sedikit tips dari saya untuk anda yang benar-benar serius dalam berlatih soal latihan test toefl adalah sebagai berikut;
1. Usahakan untuk terus berkonsentrasi dengan soal yang ada tanpa harus terbebani dengan hasil nilai yang akan anda dapat.
2. Usahakan pula untuk tidak melihat jawaban dari peserta lain karena hal tersebut akan membuat semua persiapan anda menjadi sia2 dan pengukuran kemampuan bisa dibatalkan.
3. Jangan ada jawaban yang kosong. TOEFL tidak memiliki nilai penalti jika jawaban Anda salah.
4. Saat ujian, jangan biarkan perhatian Anda teralih. Lebih-lebih saat sesi listening.
5. Pada sesi listening, usahakan Anda membaca terlebih dahulu pilihan jawaban yang ada sehingga Anda dapat menebak “kira-kira, jika jawabannya adalah ini, maka soalnya pasti berhubungan dengan itu”
dan apabila nanti hasil yang didapatkan tidak sesuai dengan yang diharapkan, jangan putus asa dan terus belajar untuk perisiapan soal Toefl berikutnya.
Wallahu’alam
Manajemen Waktu Menurut Islam
26/09/2011 pada 21:44 (Uncategorized)
Dalam Islam waktu adalah suatu hal yang penting, mengapa? dalam surat Al ‘Ashr ayat 1-3 Allah SWT berfirman “Demi Masa (Waktu)…” yang menunjukkan betapa berharga dan pentingnya waktu tersebut. Selain itu dalam hadits Nabi SAW. berpesan agar kita manfaatkan 5 masa/waktu : “Masa muda sebelum tua, sehat sebelum sakit, kaya sebelum miskin, luang sebelum sibuk, hidup sebelum mati” (HR.Al-Baihaqi). Dalam aturan-aturan terkait ibadah mahdhoh seperti sholat, puasa, zakat, haji pun memberi penekanan pada waktu.
Allah memberikan kita setiap hari “modal” waktu dan kepada semua manusia di muka bumi ini adalah sama–24 jam. Namun, ada berapa orang yang bisa “berbuat lebih” seperti :
- Rasulullah SAW : Dalam waktu 23 tahun bisa membangun peradaban Islam yang tetap ada sampai sekarang. Ikut 80 peperangan dalam tempo waktu kurang dari 10 tahun, santun terhadap fakir miskin, menyayangi istri dan kerabat, dan yang luar biasa adalah beliau seorang pemimpin umat yang bisa membagi waktu untuk umat dan keluarga secara seimbang!!
- Zaid bin Tsabit RA : Sanggup menguasai bahasa Parsi hanya dalam tempo waktu 2 bulan! Beliau dipercaya sebagai sekretaris Rasul dan penghimpun ayat Quran dalam sebuah mush’af
- Abu Hurairah : Masuk Islam usia 60 tahun. Namun ketika meninggal di tahun 57 H, beliau meriwayatkan 5374 Hadits! (Subhanallah!)
- Anas bin Malik : Pelayan rasulullah sejak usia 10 tahun, dan bersama rasul 20 tahun. Meriwayatkan 2286 Hadits.
- Abul Hasan bin Abi Jaradah (548 H) : Sepanjang hidupnya menulis kitab-kitab penting sebaganyak tiga lemari.
- Abu Bakar Al-Anbari : Setiap pekan membaca sebanyak sepuluh ribu lembar.
- Syekh Ali At-Thantawi : Membaca 100-200 halaman setiap hari. Kalkulasinya, berarti dengan umurnya yang 70 tahun, beliau sudah membaca 5.040.000 halaman buku. Artikel yang telah dimuat di media massa sebanyak tiga belas ribu halaman. Dan yang hilang lebih dari itu.
Masih banyak lagi contoh-contoh luar biasa lainnya. Kenapa tidak banyak orang yang bisa menyamai mereka? Padahal waktu yang diberikan Allah kepada mereka sama dengan waktu yang diberikan Allah pada hambaNya yang lain? Jawabannya adalah kecerdasan manajemen waktu.
Saat ini kita dicekoki dengan frem bahwa dalam sehari manusia harus tidur minimal 8 jam. Padahal kalau kita cermati kalau kita tidur 8 jam sehari itu artinya kita sudah memanfaatkan waktu kita 1/3 hari untuk TIDUR. Bayangkan kalau rata2 umur manusia saat ini 60 tahun maka bisa kita artikan 20 tahun umur manusia digunakan untuk TIDUR! Cukuplah bagi kita untuk tidur selam 3-7 jam saja dalam sehari asalkan “berkualitas”.
Lalu Btimbul sebuah pertanyaan BAGAIMANAKAH TIDUR YANG BERKUALITAS itu?
Manajemen Tidur Berkualitas
- tidur 3-7 jam
- tidur di awal malam dan bangun pada 1/3 malam terakhir
- berwudlu sebelum tidur
- membersihkan tempat tidur
- mematikan lampu (meningkatkan melatonin)
- tidur dengan posisi yang benar (miring ke kanan)
- berdzikir dan berdoa
Tips-Tips Manajemen Waktu
1. Membuat target dan perencanaan
Tulislah target jangka pendek dan jangka panjang, selalu manfaatkan waktu luang ex. saat dalam perjalanan selalu bawa buku atau/dan Al Quran. Pada saat perang Khandaq, Rasulullah membuat strategi pembuatan Parit yang sangat terencana sehingga bisa selesai tepat waktu.
2. Mempersiapkan rencana cadangan
Ingat!!! Manusia hanya bisa merencanakan, dan mutlak Allah sajalah yang berhak untuk menetukan. Ketika perang mu’tah, Rasulullah menunjuk 3 orang panglima perang untuk bersiap2. Jika panglima pertama syahid maka akan digantikan panglima kedua, dst.
3. Program yang dibuat dalam mencapai target harus realistis, terukur dan adil
Target boleh melangit tapi program mesti membumi. Adil dalam artian tidak merugikan orang lain. Saat perang Khandaq, umat islam yang jumlahnya hanya 3 ribu harus mengalahkan pasukan romawi yang jumlahnya 10 ribu. Jika dipikir secara logika mungkin hal itu hanyalah sebuah mimpi, namun dalam pelaksanaannya tetap membumi yakni dengan strategi pembuatan parit sehingga umat Islam bisa memenangkan peperangan.
4. Disiplin dalam rencana
Ketidak disiplinan dalam perencanaan bisa berakibat fatal. Ingat pepatah bijak “Gagal merencanakan sama saja dengan merencanakan kegagalan”. Kalau kita cermati kisah perang uhud, maka dapat diambil ibroh bahwa sesungguhnya yang menyebabkan kekalahan umat islam ketika itu adalah pasukan pemanah yang dipersiapkan untuk berjaga-jaga di bukit uhud tidak disiplin meninggalkan posisinya karena ghonimah perang yang ada di bawah bukit sehingga musuh yang hampir kalah malah menyerang balik.
5. sempurna dalam beramal (itqon=profesional)
Sebaiknya kita menyelesaikan satu masalah dulu baru berganti ke masalah yang lain.
6. Tentukan skala prioritas
Imam Hasan Al Banna mengatakan “Sesungguhnya kewajiban itu lebih banyak dari waktu yang tersedia”, jadi suatu hal yang penting bagi kita untuk menentukan skala prioritas dalam pelaksanaannya dimulai dari penting & mendesak, tidak penting tapi mendesak, penting tapi tidak mendesak, dan tidak penting & tidak mendesak. Tapi jangan pula kita membenturkan sesuatu yang seharusnya tidak berbenturan. misalnya kuliah dengan syuro, dsb.
Semoga bermanfaat!
Wallahu’alam bishowwab
Cara Update Status Via iPhone, Android, Mobile, Blackberry ataupun yang lainnya
22/06/2011 pada 09:11 (Tips dan Trik)
Saat ini Facebook merupakan jejaring sosial yang paling banyak diminati terutama oleh Pelajar dan Mahasiswa. Selain bisa berkomunikasi satu sama lain lewat FB maupun Group yang dibuat di FB kita juga bisa mengupdate seluruh informasi-informasi yang kita inginkan. Lewat update status, kita bisa memberikan kata-kata motivasi, inspirasi bahkan sampai ke luapan hati. Setelah kita mengupdate status, maka akan terlihat media apa yg kita gunakan saat mengupdate status kita. Seperti Via iPhone, Via Android, VIa Mobile, Via Blackberry ataupun yang lainnya.
Dan bagi Anda yang ingin mengupdate status Via Blackberry tetapi tidak punya Blackberry tak usah khawatir, karena ada sedikit tips bagaimana membuat status Via Blackberry.
Untuk membuat status seperti itu cukup mudah dan simple. Anda tinggal log in terlebih dahulu di FB melalui PC or lap top, lalu buka situs: http://pc.statusvia.net/ atau klik disini.
Setelah itu tinggal pilih media status sesuai keinginan anda, maka status anda pun akan menjadi lebih menarik.
NB: Bukan tips tersebut untuk bohong membohongi teman tapi sekadar just kidding,, hehehehe
PC Suit untuk Semua Jenis HP China
06/05/2011 pada 06:48 (Software)
Bingung sms penuh tapi penting sehingga “sayang” untuk dihapus? Jangan khawatir sob.. Nih ada software PC Suit yang bisa digunakan untuk semua jenis HP China. PC Suite bisa kita manfaatkan untuk transfer file, transfer contact, dan SMS edit/send selain itu bisa juga kita gunakan modem internet.
So, Sebetulnya PC Suite bisa digunakan ke semua jenis HP China, yang penting DRIVER untuk USB cable nya sudah ada. Dan kebanyakan HP china, usb cable driver nya komptibel untuk semua jenis dan merek.
Jadi silakan bagi yang mau mencari PC suite untuk hp nya, langsung saja unduh deh sudah dicoba buat (windows XP dan Windows 7 Profesional bisa kok):
PC Suite + Driver ( kompatibel untuk semua HP China ) filesize : 2,9 MB atau disini 2,4 MB
Untuk menyambungkan HP ke Laptop or PC pakai cara berikut
1. Sambungkan Ponsel yang akan di pakai pada komputer dengan memakai kabel USB nya.
2. Setelah tersambung ke komputer, biasanya pada ponsel muncul beberapa pilihan, biasanya pilihan tersebut adalah Penyimpanan, Web Cam dan Port Com. Dalam Hal ini, pastikan kamu memilih “Port Com“.
3. Setelah ponsel tersambung dalam mode Port Com, biasanya akan muncul notifikasi pada Komputer bahwa ditemukan hardware baru. Ikuti lah wizard tersebut. Jika ada pemberitahuan bahwa driver tidak ditemukan, pilih untuk menginstal secara manual (Have Disk). Kemudian, browse atau cari lah folder “Deiver USB” yang telah di extrak pada unduhan di atas, lalu klik Next dan Continue Anyway.
Semoga bermanfaat!!!
Sumber:
http://yunan.or.id/pc-suite-untuk-semua-jenis-hp-china/
Untuk yang Berniat Pergi dan yang Telah Pergi
25/03/2011 pada 10:26 (Artikel)
Mudah-mudahan kau tak lupa. Dulu masing-masing kita duduk di lingkarannya. Dengan suguhan tilawah, muroja’ah dan materi panah. Mata kecil kita dibuka oleh satu gelombang indah. Gelombang yang disatukan oleh ukhuwah dan digerakkan oleh hamasah. Yang menyeret kita hingga berada dalam lingkaran-lingkaran kecil tarbiyah.
Semoga kau tak melupakan jasa baik gelombang itu. Dia yang memperkenalkan islam pada kita. Saat jiwa yang tumbuh remaja masih lugu. Saat jiwa rawan terseret dunia. Lelap dalam pencarian jati diri. Mereka dan kebaikannya menyelamatkan kita.
Lalu kalau gelombang itu berlabel harokah, maka adalah wajar bila ia berubah. Ia mengalir mengikuti permukaan zaman. Karena ia bukan air yang tergenang.
Lalu kalau banyak fitnah -internal dan eksternal-, maka adalah wajar berlakunya sunnatullah. Kau tak menemukan jama’ah dakwah yang selamat dari fitnah. Sejak dahulu, zaman para nabi, hingga sekarang.
Lalu kalau banyak terjadi perbedaan, maka adalah wajar sekumpulan manusia bertentang faham. Mereka manusia yang bersemangat memikirkan dakwah, kemudian terkumpul banyak gagasan. Dan itu adalah khasanah kekayaan yang luar biasa adanya.
Kini saat serbuan kabar dan tuduhan menghajar gelombang itu, kau memutuskan beralih membawa segenap kekecawaanmu. Sedangkan aku masih di sini, dalam husnuzhonku. Karena berbagai berita itu tak dapat terkonfirmasi olehku.
Tapi ‘alaa kulli haal, kuharap masih ada rasa kasih sayang antara kita. Semoga Rabhithah yang dulu diperkenalkan oleh gelombang itu, masih tertanam dalam hati kita.
Saudaraku, kalau kau masih mempercayai akan adanya orang-orang yang tulus dalam gelombang itu, maka kuminta kau berhenti menyudutkan ia di muka umum. Kalau kau masih percaya bahwa kejahatan mengintai gelombang itu, maka kuminta kau berhenti mengumpan anasir-anasir jahat untuk menghancurkan gelombang itu.
Kalau kritik yang kau berikan, dekatkan mulutmu ke telinga ku! Karena sedikit kritikmu terdengar oleh anasir-anasir jahat, maka anasir-anasir itu akan membuat kritikmu menjadi adonan yang diberi soda kue hingga mengembang dan dibubuhi berbagi bumbu hujatan. Relakah kau mendengar saudaramu dicaci maki ya akhi?
Kalau kau masih percaya bahwa masih banyak orang yang baik dalam gelombang itu, aku minta kau bersedekah dengan diammu. Kenanglah kebaikan yang pernah diberikan oleh gelombang itu padamu, agar teredam hasrat untuk mengumbar kekecewaanmu.
Dulu gelombang itu telah berbuat baik padamu. Kini, berbuat baiklah pada gelombang itu dengan menahan diri dari melampiaskan kekecewaanmu. Kalau kau mempercayai berita-berita itu, biarlah akhirat mengungkap semuanya. Biarkanlah orang-orang yang -kau percayai masih- tulus bekerja. Mereka adalah orang-orang yang tidak terganggu oleh berita dan tuduhan itu. Mereka orang-orang yang sama sepertiku, tetap dalam husnuzhonnya. Atau mereka orang yang mengerti betul bahwa kebanyakan berita/ tuduhan yang datang itu tidak valid.
Begitu Akhi, sudikah kau memahaminya ?
Wallahu’alam..,
Menjaga Keberkahan Dakwah dalam Aktivitas Dakwah Kampus
07/02/2011 pada 14:09 (Dakwah Kampus)
Dikisahkan dalam perang Qadisyah yang sedang berkecamuk, tiba-tiba panglima Sa’ad bin Abi Waqqash mencekal seorang prajurit yang gagah berani dan paling ksatria, Abu Mihjan namanya. Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Ketidak bolehan ikut berperangnya beliau lantaran datang perintah khusus dari khalifah Umar di Madinah untuk membersih-kan pasukan dari orang-orang yang masih suka melakukan maksiat. Ternyata Abu Mihjan selain menjadi seorang prajurit yang handal juga terkenal sebagai penyair yang masih sering memuja khamar. Atas kelakuannya itu, Abu Mihjan harus mendekam dalam penjara benteng Qadisyah sementara pasukan muslim lainnya maju ke Medan tempur.
Setelah bertobat dan berjanji tidak mengulanginya lagi, baru dia dibebaskan dan boleh ikut dalam jihad itu lagi. Hal ini dilakukan oleh Umar dan Sa’ad bin Abi Waqqash lantaran yakin bahwa kemenangan itu tidak akan turun kecuali kepada hamba-hamba-Nya yang suci dan selalu mendekatkan diri kepada-Nya serta tidak melakukan banyak maksiat dan dosa.
Lantas apa yang terjadi dalam Dakwah Kampus hari ini?
Fenomena menarik yang perlu kita cermati adalah bagaimana prilaku para aktivis dakwah kampus (ADK-red) saat ini? Saat menuju mihwar dauli ini, maka dakwah pun kian berkembang, khususnya pada dakwah kampus. Hal ini berimplikasi pada banyaknya agenda-agenda dakwah yang dilakukan di kampus, intensitas pertemuan ikhwan-akhwat pun tidak dapat dihindari sehingga menjadi suatu hal (aktivitas) yang tidak tertinggalkan setiap harinya. Bahkan mengadakan pertemuan tanpa hijab (tabir pembatas ruangan laki-laki dan perempuan), sering menelepon membahas agenda urgent untuk syuro (baca: rapat) selanjutnya, mengirim sms, misscall untuk mengingatkan jam syuro sudah dimulai, chatting, e-mail dan sarana telekomunikasi lainnya telah menjadi corak yang mewarnai pergaulan ikhwan-akhwat hari ini. Kelonggaran ini kian terjadi dan terus merambat ke hal-hal lain. Misalnya beberapa waktu yang lalu dengan dikoordinir lembaga dakwah kampus mengadakan rihlah bareng ikhwan-akhwat ke luar kota dan menginap selama beberapa hari. Padahal jika kita mengingat-ingat aktivitas semacam ini nyaris tidak pernah dilakukan pendahulu dakwah kampus. Lalu kalau agenda-agenda semacam ini diikuti oleh lembaga dakwah fakultas, bagaimana? Karena sudah ada pembenaran contoh sebelumnya.. Ntah apakah memang sudah menjadi tuntutan zaman, kalau aktivitas-aktivitas semacam itu harus dilakukan bersama-sama atau seperti apa?
Paling tidak ada beberapa faktor yang menjadi penyebab terjadinya fenomena-fenomena di atas:
Pertama, pemahaman. Walaupun telah dipenuhi atribut sebagai aktivis dakwah kampus, masih banyak yang belum faham tentang bagaimana pergaulan antaraktivis itu sendiri. Demikian juga norma-norma yang lain.
Kedua, ukhuwah yang mandeg di tengah ADK. Ukhuwah sesama akhwat yang renggang menyebabkan seorang akhwat lebih suka curhat kepada seorang ikhwan. Atau sebaliknya, karena sibuk menghandle beberapa kegiatan, akhirnya kurang arif melihat bahwa di antara sesama ikhwan ada yang sedang mengalami masalah prbadi. Kadang-kadang kecenderungan yang terjadi lebih ke lawan jenis daripada kepada sesamanya. Fenomena inilah yang harus disikapi lebih awal. Ikatan hati antara akhwat dengan sesama akhwat, dan ikhwan dengan sesama ikhwan harus diperkuat.
Ketiga, kurang kontrol, baik dari murabbi atau dari dewan pembina lembaga dakwah kampus. Seringkali yang muncul adalah komentar-komentar tanpa solusi konkrit. Tidak jarang pula karena tidak ada rujukan yang benar-benar dapat dijadikan teladan. Hal ini cukup dilematis bagi aktivis yang berstatus junior yang ingin proaktif.
Sebagai ADK kita perlu menyadari bahwa dakwah itu suci dan tidak mungkin ditempuh dengan cara yang tidak suci. Jangan sampai aktivitas dakwah akan kehilangan keberkahan dan keistimewaan yang mesti dimilikinya. Jika sudah demikian, lalu apa bedanya kita dengan yang lain?.
Tulisan ini tidak bermaksud untuk menggurui tetapi lebih mengingatkan kita semuanya. Karena tentunya kita tidak ingin menjadi manusia yang merugi. Allah telah berfirman dalam al-Quran Surat al’Ashr: 1-3, “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal.
Wallahu ‘alam
