Pengurus Baru; Semangat Baru!!!

Tak terasa satu bulan yang lalu Musra ke-9 NADWAH UNSRI telah dilaksanakan, nakhoda pun sudah berganti. Kepada Ketua umum Nadwah yang baru Akh Rica Winsyah (FP’06) beserta tim barunya kita ucapkan selamat menjalankan amanah dakwah, semoga dakwah kampus akan semakin kokoh kedepannya..

Catatan kepengurusan sebelumnya, semoga menjadi acuan awal dalam bergerak kedepannya..

Hasil evaluasi kepengurusan 2008-2009 menunjukkan paling tidak ada tiga point penting dalam evaluasi nadwah yang menyangkut pembinaan internal, AMKAI, dan Pusat Komunikasi Daerah (Puskomda). Perbaikan pembinaan internal seperti dalam proses kaderisasi adalah sebuah kunci dari organisasi. Tidak dapat disangkal lagi bahwa Nadwah sering kali kehilangan kader karena pembinaan dan penjagaan yang kurang baik. ”Di awal kepengurusan jumlah pengurus yang terdata cukup banyak, namun diakhir kepengurusan ternyata tinggal berapa yang aktif?”. ADK adalah manusia biasa yang perlu diperlakukan selayaknya manusia! Yang membutuhkan motivasi ketika kemalasan datang, diingatkan ketika banyaknya aktivitas yang membuat terbengkalainya amanah, dan lain sebagainya. Apa yang terjadi selama ini? Saat ini kaderisasi Nadwah belum mampu mewujudkan itu semua.. Perbaikan-perbaikan terus menerus dilakukan, pematangan konsep, grand desain departeman PPSDM pun sudah mualai dibahas secara serius! Suatu harapan besar agar alur kaderisasi wajihah LDK ini kedepan bisa membentuk kader-kader yang memadai dalam mengemban amanah di dakwah ammah ini.

AMKAI juga menjadi isu penting, keinginan yang besar untuk memperluas dakwah sampai ke Unsri ekstension yang kampusnya berada di Palembang telah dibuka lebar oleh pihak rektorat tapi dikarenakan sistem yang ada masih belum mampu berjalan dengan baik sehingga membuat kesulitan dalam mengambil kebijakan, sehingga berakibat kepada tidak maksimalnya AMKAI di Unsri ekstension. ’Legalisasi’ AMKAI yang sampai saat ini masih sebatas perkataan tanpa ada kesepakatan hitam di atas putih membuat legalisasinya masih dipertanyakan keabsahannya? Adanya dosen MKU Agama Islam yang tidak mau menerima nilai AMKAI dan tidak mau tahu menahu tentang AMKAI merupakan kondisi nyata saat ini.. Buku AMKAI yang tujuannya bisa membantu pendanaan dalam pelaksanaan AMKAI itu sendiripun malah membuat Nadwah (BSOM-red) malah menubah fokusnya yang seharusnya membahas pelaksanaan dan follow up AMKAI secara baik dan tekendali malah menjadi mencari dana untuk mengembalikan pinjaman yang jumlahnya tidak sedikit.. Belum lagi evaluasi kualitas dan kuantitas tutor yang masih belum memadai. ’Tutor yang berkaliber Murobbi’ yang didengung-dengungkan selama ini pun terkesan hanya sebatas wacana! Sanggar tutor yang seharusanya menjadi ajang ’curhat’ dalam pembelajaran menjadi seorang tutor pun tidak berjalan maksimal.. Akibatnya hasil DPP1 maupun DPP2 pun tidak jelas keberadaannya.. Sungguh permasalahan yang sangat kompleks yang harus segera sama-sama kita cariakan solusinya!

Semenjak adanya Puskomda FSLDK Sumsel-Babel sampai sekarang berubah menjadi Puskomda Sumsel saja Nadwah selalu diamanahkan sebagai Koordinator Puskomda FSLDK Sumsel. Hasil evaluasi perjalanan Puskomda pada periode sebelumnya maka diambil kebijakan untuk mengamanahkan Tim Puskomda FSLDK Sumsel kepada alumni Nadwah yang tidak berada di kepengurusan lagi tetapi masih aktif kuliah. Dalam perjalanannya kerja-kerja yang dilakukan tidaklah optimal adanya. Komunikasi-koordinasi dengan kepengurusanpun jarang terjadi. Puskomda yang seharusnya terus memantau perkembangan Lembaga Dakwah Kampus pada setiap daerah yang ada di Sumsel, dalam perjalanannya terkesan ”menunggu” kondisi sekitar.. Kalau ada LDK yang membutuhkan baru ada respon dari Puskomda sedangkan kalau tidak ada maka Puskomda pun cenderung pasif. Padahal Awal tahun 2010 ini akan ada FSLDKD Sumsel yang diamanahkan kepada LDK Ukhuwwh Unbara Baturaja, tetapi komunikasi puntidak terlaksana. Kekhawatiran yang tidak berlebihan bila kita sebagai pengurus Nadwah turut ambil bagian untuk menyikapinya..

Pengurus Baru, Bawa Semangat Perubahan

Sebuah amanah besar kepada Tim Ahlul Hali Wal Aqdi untuk mengkonsep kinerja Nadwah selama satu tahun ke depan, kemana akan diarahkan?. Wacana-wacana yang berkembang cukup banyak mulai dari akan ada peleburan antara departemen Komdatin dan Badan Semi Otonom InFocus (BSOI) sampai membentuk departemen baru yang fokus menggarap Ilmy; Departemen Akademik dan Profesi (Akspro). Lalu ada juga wacana untuk melakukan perubahan nama Sekertaris Umum menjadi Sekertaris Jenderal yang lebih banyak mengurusi internal Nadwah. Adanya keinginan agar LDK melakukan perhatian khusus kepada Lembaga Dakwah Fakultas (LDF) yang bernaung dalam wadah Forum Lembaga Dakwah Unsri (FLDU), yang baru sekali pertemuan mas’ulnya terlaksana, itupun tidak dihadiri secara penuh oleh setiap perwakilan LDF yang ada.

Perubahan-perubahan yang terjadi pada Anggaran Dasar (AD), Anggaran Rumah Tangga (ART) dan Garis Besar Haluan Program Kerja Organisasi (GBHPKO), yang intinya suatu harapan besar agar Nadwah kedepan bisa lebih baik…

Akhirnya sebuah harapan besar bagi kita semua agar kita semua mampu untuk menjalankan konsep-konsep baru yang telah dibuat sebaik mungkin.. Hamasah!!!

Antara Da’awi, Siyasi, dan Akademik dalam Dakwah Kampus

Sejatinya dakwah kampus adalah fasilitator untuk kita lebih mengenal dinamika dakwah yang sesungguhnya (paska kampus-red)..Usia dakwah dikampus hanyalah sementara! sementara amaliyah kita akan sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Dakwah kampus akan sangat berbeda dengan dakwah sekolah tapi dakwah kampus mematangkan pengenalan seorang kader terhadap masyarakat yang lebih luas.

Bicara tentang dakwah kampus, maka kita paling tidak kita akan bicara tiga hal; pelaku (subjek), objek, dan metoda (manhaj). Menurut hemat ana parameter utama keberhasilan dakwah kampus terletak pada subjek/ pelakunya (Apakah dia dekat dengan Allah???) dan metoda yang digunakan (tidak tradisional dan konvensional).

Kita ketahui bersama paling tidak ada tiga ranah dakwah kampus; da’awi, siyasi dan ‘ilmy (akademik). Seorang Aktivis Dakwah Kampus (ADK) harus tawazun, seimbang antara peran da’awi, peran siyasi, dan akademik. Artinya, seorang aktivis dakwah kampus harus memiliki kemampuan dakwah dan tarbiyah, kemampuan mengusung perubahan di masyarakat, tanpa mengurangi prestasi akademik. Bahkan kalau perlu justru meningkatkan prestasi akademik, karena sejatinya dakwah itu adalah keteladanan.

Tapi secara kelembagaan, sebuah lembaga dakwah kampus ada tahapan dalam menyeimbangkan ketiga hal tersebut. Tahapan awal yang harus dilalui adalah penetrasi dalam peran da’awi, artinya kaderisasi dan pembinaan sangat ditekankan pada sebuah lembaga dakwah kampus yang baru berdiri. Jika sudah matang, maka baru bisa beranjak kepada peran siyasi dan akademik. Antara kedua hal ini, sejatinya akademik lebih diutamakan. Tapi kadangkala, realita memaksa siyasi untuk didahulukan. Hal inilah yang terjadi di kampus kita tercinta (Unsri-red). Sehngga walaupun kampus sudah mengupayakan Ilmy dari tahun 2005 tapi sampai saat ini peran strategis dari ilmy belumlah maksimal. Hal ini bisa kita lihat dari belum adanya wajihah ilmy di kampus..

Belum lagi qodhoya-qodhoya dakwah kampus; realita yang menunjukkan lunturnya semangat ruhiyah para pelaku dakwah kampus dan kecenderungan ADK sekarang yang kurang berpartisipasi secara maksimal di kampus.. Ana bisa katakan apapun ranahnya da’awi, siyasi maupun ilmy semuanya berpeluang untuk menurunkan ruhiyah.. Tapi yang paling berpotensi menurunkan ruhiyah, memanglah ranah siyasi. Untuk itu, kaderisasi harus bisa membackup semua ADK yang berada di semua ranah, khususnya ranah siyasi. Backup dapat berupa intensifikasi tarbiyah ruhiyah bagi ADK yang ada di siyasi, buletin2 ruhiyah, taujih2, mabit2, dll.. Inilah salah satu bentuk amal jama’i. Namun seorang ADK di siyasi jangan sepenuhnya mengharapkan backup, karena sejatinya dia harus bisa memiliki imun terhadap situasi sekitar. Maksudnya, Tarbiyah Dzatiyah harus terus menerus dilakukan…

Intinya dimana pun kita berada diamanahkan itu adalah amanah dakwah, artinya suatu keberuntungan menjadi salah satu pelaku sejarah perubahan (tagyir) dikampus. Mari torehkan tinta emas dikampus kita. Sesungguhnya Allah tidak melihat hasil namun bagaimana proses yang kita lakukan…pun amanah dakwah itu sangat mempunyai peran sebagai pematangan tarbiyah seorang kader.

Yakinkan pada diri kita bahwa kitalah yg membutuhkan dakwah, bukan dakwah yg membutuhkan kita…

Wallahualam…

Saatnya Memikul Amanah yang Lebih Besar

“Waktu adalah kehidupan, sedangkan kewajiban itu lebih banyak daripada waktu yang tersedia. Maka apabila kamu telah selesai dari suatu urusan, kerjakanlah dengan sungguh – sungguh urusan yang lain…”

Waktu terus bergulir seiring dengan roda da’wah yang terus berputar. Tidak ada kata istirahat bagi mereka yang telah mengazzamkan hatinya untuk da’wah ini karena satu pertanyaan yang selalu muncul di benaknya, ” Bagaimana ia bisa hidup bersama da’wah ini dan bagaimana da’wah dapat hidup dalam dirinya…? “

Setahun tiga bulan sudah kepengurusan ini berjalan dan Musyawarah Anggota pun telah kita laksanakan untuk mengevaluasi segala yang telah kita lakukan untuk da’wah kampus ini selama setahun terakhir. Berakhirnya kepengurusan ini tidak menandakan bahwa perjuangan kita telah usai, tapi sebaliknya, perjuangan ini masih sebegitu panjangnya dan kini saatnya tongkat ini diestafetkan kepada generasi yang lebih muda. Generasi yang dengan kemudaan usianya diharapkan akan mampu melanjutkan, memperbaiki, dan mengembangkan karya – karya da’wah yang telah diukir oleh generasi pendahulunya.

Ikhwan wal akhwat fillah, beban yang akan kita pikul beberapa saat lagi adalah beban yang teramat berat, beban yang membuat Rasulullah bertahan berjam – jam lamanya berdiri di malam hari untuk bermunajat dan berlindung kepada-Nya. Beban yang membuat para sahabat senatiasa menangis di penghujung – penghujung malamnya, dan membuat seorang Umar bin Khatab rela mengendap – ngendap seorang diri setiap malamnya untuk inspeksi, mencari tahu kondisi rakyatnya… Lihatlah sekeliling kita di kampus ini, maka akan kita temukan setumpuk permasalahan yang menanti untuk diselesaikan. Lihatlah saudara – saudara kita di kelas, di ruang ujian, atau di jurusan, maka akan kita temukan hati – hati yang sedemikian hausnya menanti sentuhan kasih sayang dan siraman ruhani dari kita…

Ikhwan wal akhwat fillah, masih banyak yang harus kita lakukan di kampus ini. Dengan segala konflik dan permasalahan yang ada di dalamnya, kita sama – sama memahami bahwa perjalanan baru yang akan kita hadapi bisa jadi akan lebih berat dan membutuhkan pengorbanan yang lebih dari apa yang telah kita berikan sebelumnya. Maka sungguh berutunglah mereka yang dengan sepenuh kesadaran segera melakukan perbaikan dan mencari perbekalan sebanyak – banyaknya menghadapi tuntutan – tuntutan da’wah yang akan segera sampai di pundaknya… Mari sejenak merenungi firman Allah berikut ini, “Hai orang – orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui” (Q.S. Al Anfal : 27)

Akan begitu banyak amanah yang akan kita pikul beberapa saat lagi, dan hanya ada satu harapan di hati – hati kita, semoga kita tergolong hamba – hamba-Nya yang mampu memelihara setiap amanah dan janji – janji yang kita buat sekecil apapun itu, hingga Allah memasukkan kita ke dalam surga Firdaus-Nya yang kekal kelak… ( lihat Q.S. Al Mu’minuun : 8 – 11 ) Ikhwan wal akhwat fillah, mari kita kembali meluruskan niat kita, dan menyiapkan diri menyongsong babak baru dalam perjalanan da’wah ini dengan bekal yang sebanyak – banyaknya. Dan bukankah sebaik – baik bekalan adalah taqwa…?

Wallahu a’lam bishshowab.

Pertanggungjawaban Amanah

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar’. (QS. Ali Imron : 147)

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” (QS Al-Baqoroh:214)

Ikhwatifillah. ..

Baik kita lewati secara sadar, setengah sadar, maupun tidak sadar akan perjalanan periode dakwah 2008-2009 ini ternyata kita sudah berada di ujung waktu. Bertolak pada Musra NADWAH VIII pada 5-6 Juli 2008 di Aula Magister Manajemen UNSRI Bukit yang lalu . Maka insyaAllah lusa, Sabtu-Ahad 24-25 Oktober 2009  di Aula FKIP Ekstensi Bukit besar kita akan mempertanggungjawabkan kembali segala amal jama’i ini dihadapan saudara-saudara kita sekalian sebelum di akhirat kelak. Segala hal pemaksaan, keterpaksaan, atau dipaksakan terhadap diri dan aktivitas dakwah ini semoga mendapat balasan yang sebanding dari Rabb kita.. Aamiin!

Yakinlah bahwa ikhtiar dan usaha kita telah maksimal; berusaha sebisa mungkin, menyisihkan waktu, tenaga dan pikiran kami demi kemajuan NADWAH UNSRI, sebab kami berprinsip bahwa kader-kader dakwah bukanlah manusia-manusia yang diciptakan  untuk bermalas-malasan, tapi harus menjadi garda terdepan dalam segala aktifitas kemanusiaan. Manjadi motor penggerak setiap kebaikan dan penabur benih-benih kesejahteraan di tengah masyarakat,dan prinsip kami bahwa ilmu tidaklah harus disemai hanya dibangku kuliah, akan tetapi setiap senti dari bumi Allah ini ada ilmunya sebagaimana forum atau oraganisasi ini telah memberikan banyak pelajaran bagi kami, ketahuilah tidaklah kita dengan organisasi ini mampu memudahkan saudara kita kecuali Allah akan memudahkan segala urusan dunia dan akhirat kita,  Allah SWT  tidak meminta hasil tapi mempertanyakan usaha dan kerja kita..

Ikhwatifillah. ..

Satu episode kehidupan yang telah kita lalui bersama sepanjang 2008-2009 tentunya banyak sekali kedzholiman- kedzholiman yang telah ane lakukan pada antum, semoga antum sudi memaafkan sebelum beristighfar pada Allah semesta alam. Segala kegagalan yang ada di periode ini semoga dapat dijadikan ibrah pelajaran sekaligus PR untuk kepengurusan kedepan.

Amal kolektif ini akan kita pertanggungjawabkan bersama di akhirat kelak, setiap individu akan mendapatkan balasan sesuai dengan  apa yang disumbangkan bagi dakwah ini sekecil apapun bentuknya. Walaupun ane kurang mengenal antum ataupun sebaliknya, tapi ketahuilah pasti Allah mengenal antum sehingga tidak ada amal yang disia-siakan oleh-Nya. Selanjutnya, mari kita beristighfar bersama atas dosa kolektif yang pernah kita buat. Semoga Allah menerima amal kita dan memberikan kemudahan ketika di pengadilan akhirat kelak. Amin..

Film Ketika Cinta Bertasbih (KCB) 2

092309_1645_filmketikac1

Alhamdulillah kemarin (25/9) ana berkesempatan untuk menonton film KCB 2 bareng sobat ku; Anca. Bagus atau tidaknya film tersebut tergantung dari  penilaian kita masing-masing.. Konflik yang ada membuat penonton terbawa suasana dan tidak sedikit yang berlinangan air mat.. (He he he). Ana secara pribadi mengatakan film tersebut bagus, hal ini dapat kita lihat dari beberapa hal:

1. Pemilihan tokoh yang sangat pas

Ana suka sama kepolosnya Azzam, kelembutan ana.. Subhanallah!! Yang lebih membuat ana suka, akting ketiga adik Azzam (Husna, Sarah dan Lia) yang cantik-cantik!! itu benar-benar alami. Artinya proses audisi yang dulu digelar untuk memperoleh pemeran film ini cukup berhasil. Tidak ada kesan dipaksakan. Bahkan jika ada yang kurang pas pada pemilihan tokohnya, menurut saya justru terletak pada tokoh-tokoh pembantu yang diambil dari aktor/aktris yang sudah terkenal.

2. Karakter tokoh yang kuat

Penggambaran karakter tokoh di film ini menurut ana cukup kuat.  Ana tidak menjumpai penggambaran karakter yang tidak konsisten dalam film ini. Meski dalam kondisi dan situasi yang berbeda-beda, reaksi tokoh-tokohnya dalam menyikapi situasi tersebut bisa kita terima secara nalar. Selain itu, kita bisa dengan yakin menyebutkan karakter Azzam, Anna dan tokoh lainnya manakala kita ditanya bagaimana karakter mereka.

3. Pesan ‘dakwah’ yang disampaikan tersampaikan!!

Ana benar-benar menghayati pesan-pesan yang hendak disampaikan Habiburrahman El Shirazy melalui film ini. Apa yang ditunjukkan di film tersebut seolah memberi sudut pandang berbeda bagi saya dalam memaknai cinta. Di film itu, cinta digambarkan sebagai sesuatu yang indah, yang benar-benar diridhoi Allah SWT. Cinta yang berjalan atas kehendak dan mengalir di jalan-Nya, membuat cinta begitu indah dipandang mata. Tidak ada kata menyakiti atau disakiti karena cinta. Selain itu masih ada banyak lagi pesan yang disampaikan, terutama yang berkaitan dengan ikhtiar dalam mencari jodoh secara islami.

4. Banyak hal-hal kecil sebagai penyempurna

Di film ini kita akan berjumpa dengan bakso cinta. Meski hanya dalam film, tapi ide bakso cinta menurut saya benar-benar bagus. Entah pengarangnya dapat ide dari mana tentang bakso cinta ini, jika ana pikir-pikir ide tersebut sangat brilian. Setidaknya menurut perhitungan saya, jika ide tersebut diterapkan di dunia nyata peluang berhasilnya cukup besar. Ide bakso cinta menurut ana adalah salah satu hal kecil yang membuat film ini semakin riil, tidak sekadar khayalan belaka.

Penasaran??? Untuk lebih jelasnya tonton saja secara langsung..

OK Afwan!!

Pelajaran Sang Keledai

Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Sementara si petani, sang pemiliknya memikirkan apa yang harus dilakukannya

Akhirnya , ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun karena berbahaya. Jadi tidak berguna menolong si keledai. Ia mengajak tetangganya untuk membantunya. Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur

Ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia meronta-ronta. Tetapi kemudian, ia menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah dituangkan ke dalam sumur, si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang melihatnya

Walaupun pungungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu

Si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewa itu namun si keledai juga terus menguncangkan badannya dan kemudian melangkan naik. Si keledai akhirnya bisa meloncat dari sumur dan kemudian melarikan diri.

Renungan:

Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepada kita. Segala macam tanah dan kotoran. Cara untuk keluar dari “sumur” (kesedihan dan masalah) adalah dengan mengguncangkan segala tanah dan kotoran dari diri kita (pikiran dan hati kita) dan melangkah naik dari “sumur” dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan

Setiap masalah-masalah kita merupakan satu batu pijakan untuk melanglah. Kita dapat keluar dari “sumur” yang terdalam dengan terus berjuang, jangan pernah menyerah. Guncangkanlah hal-hal negatif yang menimpa dan melangkahlah naik.

Fenomena Pulang Kampung Aktivis Dakwah Kampus

Libur pulang kampung, memang selalu menjadi hal yang ditunggu oleh mahasiswa Indonesia pada umumnya dan mahasiswa Unsri pada khususnya.. Saat libur merupakan waktu yang tepat untuk mengistirahatkan diri,  merekreasikan pikiran dan menyegarkan kembali raga, setelah berlelah-lelah kuliah. Satu tindakan yang mewakili semua kata-kata menyegarkan itu adalah MUDIK pulang kampung.

Tidak ada yang salah dengan pulang kampung. Malah pulang kampung memiliki nilai lebih bagi para Aktivis Dakwah Kampus (ADK). Bagi kader dakwah pulang kampung lebih dari sekedar istirahat, rekreasi, dan penyegaran namun merupakan kesempatan membuka ladang amal baru. Banyak yang mengatakan liburan dan pulang kampung sebagai momen untuk berdakwah kepada keluarga atau juga bersilahturahim dengan aktivis-aktivis dakwah di daerahnya untuk saling memberi semangat atau juga berdakwah di masjid dekat rumah dengan mangajar ngaji atau juga sekedar memperbaiki diri-menambah hafalan Alquran, dsb.

Namun fenomena yang banyak terjadi justru sebaliknya, para aktivis dakwah yang getol berdakwah di kampus justru melempem saat berada di kampung. Jangankan berdakwah ke orang banyak atau keluarga, semangat dan kondisi ruhiyah pribadi pun malah cenderung menurun. Jangankan mengajak orang untuk berbuat baik, membawa diri untuk shalat berjamaah di masjid pun berat. Jangankan mengajari orang untuk mengaji, membaca buku untuk memperdalam ilmu saja malas.

Fenomena di atas dapat terjadi pada dasarnya karena luruhnya motivasi atau semangat untuk berdakwah. Semangat berdakwah di kampus timbul karena adanya lingkungan kampus kondusif, sehingga merangsang untuk melakukan aktivitas dakwah, serta adanya aktivis dakwah lain yang sama-sama berjuang, sehingga ketika di kampus seorang ADK tidak merasa sendirian. Tetapi dikampung berbeda ceritanya. Tidak ada orang yang bisa memberi semangat atau bahkan tidak ada yang tahu bahwa kita aktivis dakwah, maka pikiran bahwa ”tugas berdakwah bisa dinafikan dulu” atau ”libur dakwah dulu” bisa muncul. Jadinya luruhlah semangat dakwah itu, bahkan mungkin kefuturan yang menanti. naudzu billahi min dzalik.

Untuk menghindari hal tersebut diatas ada beberapa hal yang bisa dilakukan: pertama, tanamkan benar-benar prinsip Nahnu du’at qobla kulli syai’i (jadilah da’i sebelum sesuatu yang lain) kedalam diri ini ; Kedua, luruskan segala tujuan dakwah, bahwa segala yang kita perbuat hanya untuk Allah ta’ala. Sehingga ada atau tidak adanya orang yang melihat amalan dakwah kita, kita senantiasa akan tetap berdakwah ; ketiga, sesuai dengan sabda Rasulullah saw, “Ada dua kenikmatan yang membuat banyak orang terpedaya yakni nikmat sehat dan waktu senggang” (HR. Bukhari), sehingganya jangan sampai waktu liburan kita begitu kosong tanpa kegiatan yang bermanfaat, jadi buatlah rencana dan targetan selama liburan; keempat, ikatlah komitmen dengan teman atau sahabat kita dalam mencapai targetan liburan.

Wallahu’alam bishowab

Solusi Islam dalam Mempersiapkan Diri di Bulan Ramadhan

Oleh: KH.Shohibul Faroji Al-Robbani
Ramadhan adalah bulan penuh berkah, penuh berkah dari semua sisi kebaikan. Oleh karena itu, umat Islam harus mengambil keberkahan Ramadhan dari semua aktifitas positif dan dapat memajukan Islam dan umat Islam. Termasuk dari sisi ekonomi, sosial, budaya dan pemberdayaan umat. Namun demikian semua aktifitas yang positif itu tidak sampai mengganggu kekhusu’an ibadah ramadhan terutama di 10 terakhir bulan Ramadhan. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menjadikan bulan puasa sebagai bulan penuh amaliyah dan aktivitas positif. Ada beberapa persiapan untuk menyambut Ramadhan, yaitu:
1. Persiapan Mental. Persiapan mental untuk puasa dan ibadah terkait lainnya sangat penting. Apalagi pada saat menjelang hari-hari terakhir, karena tarikan keluarga yang ingin belanja mempersiapkan hari raya, pulang kampung dll, sangat mempengaruhi umat Islam dalam menunaikan kekhusyu’an ibadah Ramadhan. Dan kesuksesan ibadah Ramadhan seorang muslim dilihat dari akhirnya. Jika akhir Ramadhan diisi dengan i’tikaf dan taqarrub yang lainnya, maka insya Allah dia termasuk yang sukses dalam melaksanakan ibadah Ramadhan.
2. Persiapan ruhiyah (spiritual). Persiapan ruhiyah dapat dilakukan dengan memperbanyak ibadah, seperti memperbanyak membaca Al-Qur’an saum sunnah, dzikir, do’a dll. Dalam hal mempersiapkan ruhiyah, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam mencontohkan kepada umatnya dengan memperbanyak puasa di bulan Sya’ban, sebagaimana yang diriwayatkan ‘Aisyah ra. berkata:” Saya tidak melihat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menyempurnakan puasanya, kecuali di bulan Ramadhan. Dan saya tidak melihat dalam satu bulan yang lebih banyak puasanya kecuali pada bulan Sya’ban” (HR Muslim).
3. Persiapan Fikriyah. Persiapan fikriyah atau akal dilakukan dengan mendalami ilmu, khususnya ilmu yang terkait dengan ibadah Ramadhan. Banyak orang yang berpuasa tidak menghasilan kecuali lapar dan dahaga. Hal ini dilakukan karena puasanya tidak dilandasi dengan ilmu yang cukup. Seorang yang beramal tanpa ilmu, maka tidak menghasilkan kecuali kesia-siaan belaka. Baca entri selengkapnya »

Cara Mengintip Foto Facebook Orang Lain

Secara default facebook tidak mengizinkan kita melihat foto orang lain sebelum menambahkannya sebagai teman terlebih dahulu. Sekarang sudah ada aplikasi yang dapat memenuhi rasa ingin tahu anda, aplikasi ini bernama Photo Stalker. Dengan aplikasi ini anda dapat melihat foto-foto orang lain yang belum anda add menjadi teman. Berikut ini cara melakukannya:

1. Login terlebih dahulu di Facebook anda

2. Untuk menuju halaman aplikasi, letakkan link dibawah ini pada browser anda:
http://www.facebook.com/apps/application.php?id=54690717264

3. Klik Go to Application

4. Klik Allow yang berarti anda setuju dengan ketentuan dan kebijakan yang dipersyaratkan

5. Akan muncul halaman seperti dibawah ini, masukkan ID Facebook, URL, atau Nama orang yang ingin dilihat fotonya. Lalu klik Get Photos.

Misalnya punya saya:
ID : 1023668713
URL : http://www.facebook.com/profile.php?id=1023668713

Nama : Kms Zainal Abidin

6. Lalu akan ditampilkan seluruh album yang ada di Facebook tersebut

7. Klik salah satu album tersebut untuk melihat foto yang ada didalamnya

NB: Afwan!!! tujuan aplikasi ini adalah hanya untuk pengetahuan/ mengecek benar itu teman lama kita atau tidak!, lebih dari itu bukan menjadi tanggung jawab ana..

Edit Foto Di Facebook dengan facebomb

Tips facebook kali ini akan membagikan aplikasi yang berguna buat ngedit foto di facebook. Bagi kita yang suka atau tidak suka narsis di facebook, kamu bisa mencoba aplikasi yang satu ini.Untuk mencobanya silahkan buka link ini http://www.facebomb.com. Di situs tersebut kita bisa mengedit foto foto agar bias dibuat gelap maupun terang. Situs facebomb ini hanya buat facebook.com. Penasaran??

« Entri lama