Tak terasa satu bulan yang lalu Musra ke-9 NADWAH UNSRI telah dilaksanakan, nakhoda pun sudah berganti. Kepada Ketua umum Nadwah yang baru Akh Rica Winsyah (FP’06) beserta tim barunya kita ucapkan selamat menjalankan amanah dakwah, semoga dakwah kampus akan semakin kokoh kedepannya..
Catatan kepengurusan sebelumnya, semoga menjadi acuan awal dalam bergerak kedepannya..
Hasil evaluasi kepengurusan 2008-2009 menunjukkan paling tidak ada tiga point penting dalam evaluasi nadwah yang menyangkut pembinaan internal, AMKAI, dan Pusat Komunikasi Daerah (Puskomda). Perbaikan pembinaan internal seperti dalam proses kaderisasi adalah sebuah kunci dari organisasi. Tidak dapat disangkal lagi bahwa Nadwah sering kali kehilangan kader karena pembinaan dan penjagaan yang kurang baik. ”Di awal kepengurusan jumlah pengurus yang terdata cukup banyak, namun diakhir kepengurusan ternyata tinggal berapa yang aktif?”. ADK adalah manusia biasa yang perlu diperlakukan selayaknya manusia! Yang membutuhkan motivasi ketika kemalasan datang, diingatkan ketika banyaknya aktivitas yang membuat terbengkalainya amanah, dan lain sebagainya. Apa yang terjadi selama ini? Saat ini kaderisasi Nadwah belum mampu mewujudkan itu semua.. Perbaikan-perbaikan terus menerus dilakukan, pematangan konsep, grand desain departeman PPSDM pun sudah mualai dibahas secara serius! Suatu harapan besar agar alur kaderisasi wajihah LDK ini kedepan bisa membentuk kader-kader yang memadai dalam mengemban amanah di dakwah ammah ini.
AMKAI juga menjadi isu penting, keinginan yang besar untuk memperluas dakwah sampai ke Unsri ekstension yang kampusnya berada di Palembang telah dibuka lebar oleh pihak rektorat tapi dikarenakan sistem yang ada masih belum mampu berjalan dengan baik sehingga membuat kesulitan dalam mengambil kebijakan, sehingga berakibat kepada tidak maksimalnya AMKAI di Unsri ekstension. ’Legalisasi’ AMKAI yang sampai saat ini masih sebatas perkataan tanpa ada kesepakatan hitam di atas putih membuat legalisasinya masih dipertanyakan keabsahannya? Adanya dosen MKU Agama Islam yang tidak mau menerima nilai AMKAI dan tidak mau tahu menahu tentang AMKAI merupakan kondisi nyata saat ini.. Buku AMKAI yang tujuannya bisa membantu pendanaan dalam pelaksanaan AMKAI itu sendiripun malah membuat Nadwah (BSOM-red) malah menubah fokusnya yang seharusnya membahas pelaksanaan dan follow up AMKAI secara baik dan tekendali malah menjadi mencari dana untuk mengembalikan pinjaman yang jumlahnya tidak sedikit.. Belum lagi evaluasi kualitas dan kuantitas tutor yang masih belum memadai. ’Tutor yang berkaliber Murobbi’ yang didengung-dengungkan selama ini pun terkesan hanya sebatas wacana! Sanggar tutor yang seharusanya menjadi ajang ’curhat’ dalam pembelajaran menjadi seorang tutor pun tidak berjalan maksimal.. Akibatnya hasil DPP1 maupun DPP2 pun tidak jelas keberadaannya.. Sungguh permasalahan yang sangat kompleks yang harus segera sama-sama kita cariakan solusinya!
Semenjak adanya Puskomda FSLDK Sumsel-Babel sampai sekarang berubah menjadi Puskomda Sumsel saja Nadwah selalu diamanahkan sebagai Koordinator Puskomda FSLDK Sumsel. Hasil evaluasi perjalanan Puskomda pada periode sebelumnya maka diambil kebijakan untuk mengamanahkan Tim Puskomda FSLDK Sumsel kepada alumni Nadwah yang tidak berada di kepengurusan lagi tetapi masih aktif kuliah. Dalam perjalanannya kerja-kerja yang dilakukan tidaklah optimal adanya. Komunikasi-koordinasi dengan kepengurusanpun jarang terjadi. Puskomda yang seharusnya terus memantau perkembangan Lembaga Dakwah Kampus pada setiap daerah yang ada di Sumsel, dalam perjalanannya terkesan ”menunggu” kondisi sekitar.. Kalau ada LDK yang membutuhkan baru ada respon dari Puskomda sedangkan kalau tidak ada maka Puskomda pun cenderung pasif. Padahal Awal tahun 2010 ini akan ada FSLDKD Sumsel yang diamanahkan kepada LDK Ukhuwwh Unbara Baturaja, tetapi komunikasi puntidak terlaksana. Kekhawatiran yang tidak berlebihan bila kita sebagai pengurus Nadwah turut ambil bagian untuk menyikapinya..
Pengurus Baru, Bawa Semangat Perubahan
Sebuah amanah besar kepada Tim Ahlul Hali Wal Aqdi untuk mengkonsep kinerja Nadwah selama satu tahun ke depan, kemana akan diarahkan?. Wacana-wacana yang berkembang cukup banyak mulai dari akan ada peleburan antara departemen Komdatin dan Badan Semi Otonom InFocus (BSOI) sampai membentuk departemen baru yang fokus menggarap Ilmy; Departemen Akademik dan Profesi (Akspro). Lalu ada juga wacana untuk melakukan perubahan nama Sekertaris Umum menjadi Sekertaris Jenderal yang lebih banyak mengurusi internal Nadwah. Adanya keinginan agar LDK melakukan perhatian khusus kepada Lembaga Dakwah Fakultas (LDF) yang bernaung dalam wadah Forum Lembaga Dakwah Unsri (FLDU), yang baru sekali pertemuan mas’ulnya terlaksana, itupun tidak dihadiri secara penuh oleh setiap perwakilan LDF yang ada.
Perubahan-perubahan yang terjadi pada Anggaran Dasar (AD), Anggaran Rumah Tangga (ART) dan Garis Besar Haluan Program Kerja Organisasi (GBHPKO), yang intinya suatu harapan besar agar Nadwah kedepan bisa lebih baik…
Akhirnya sebuah harapan besar bagi kita semua agar kita semua mampu untuk menjalankan konsep-konsep baru yang telah dibuat sebaik mungkin.. Hamasah!!!

