Menghafal Al Qur’an dalm Sebulan

Beberapa hari yang lalu saat ketemu teman pada suatu acara, ana brtanya : Ada rekomendasi buku bagus dak? Bliau memberikan buku “Sebulan Hafal Al Quran” karya Ir.Amjad Qasim, saya baru beli buku tersebut dan sudah khotam, tafadho bukunya dibaca, isinya sangat memotivasi jawabnya. Selintas ana berpikir apakah mungkin bisa menghafal Al Qur’an yang terdiri dari 30 Juz dalam satu bulan?? Dalam buku tersebut penulis memberikan tips dan trik jitu agar mudah menghafal Al Quran. Apakah bisa? mari kita lihat hitung-hitungan matematis yang sederhana.

Jika untuk menghafal 1 halaman membutuhkan waktu sekitar 12 menit, berarti Anda dapat menghafal 5 halaman dalam 1 jam. Sekarang bisakah Anda menyisakan waktu 4 1/2 jam setiap hari?

Mungkin Anda akan bertanya, bagaimana bisa menyisihkan waktu 4 1/2 jam setiap hari? saya akan balik bertanya, bukankah Anda bisa menghabiskan 2 jam atau lebih tiap hari menonton TV atau menghabiskan hobi lain?

Kita mampu untuk menonton film berjam-jam, membaca koran, majalah, buku dan seterusnya dalam bilangan jam. Tapi sedikit dari kita yang mau untuk bersusah payah membaca Al Qur’an, menghafalnya dan menjadikannya sebagai pelajaran dalam hitungan jam. (saya jadi merasa tersindir ;p). Kita sering mengatakan “terang saja si fulan bisa hafal Al Qur’an soalnya gini…dan gini.” Padahal usaha kita bila dibandingkan dengan fulan tidaklah seberapa, tetapi kita mengharapkan hasil yang sama. Tentu saja itu tidak bisa… Yuk kita bergegas ke “Surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.” (Qs. Ali Imron: 133).

Ketika dikatakan, ayo kita belajar dan menghafal Al Qur’an. Yang dikatakan adalah “Ah, saya tidak mungkin bisa menghafal sebanyak itu.” “Ingatan saya tidak sekuat itu.” “saya seseorang yang cepat lupa.” Maka yang terjadi adalah demikian seperti yang di persangkakannya. Tetapi jika yang terjadi adalah sebaliknya, kita meyakini bahwa “kita mempunyai ingatan kuat!”, ” kita bisa menghafal Al Qur’an dan bahkan lebih dari itu!” maka InsyaAllah itulah yang akan kita dapatkan. Tentu saja kerja keras tetap merupakan kuncinya. No pain no gain.

Mari kembali pada hitungan kita. Bila Anda mampu menyediakan waktu 4 1/2 jam setiap hari (yakni 1/2 jam setelah sholat atau pengaturan waktu yang lain), dan dengan izin Allah Anda akan mampu menghafal 5 halaman dalam 1 jam. dengan demikian, dalam 1 hari Anda bisa menghafal : 5 X 4 1/2 = 22,5 halaman.

Mengingat mushaf Al Quran berisi sekitar 604 halaman, berarti Anda bisa menghafal Al Quran secara keseluruhan dalam jangka waktu 28 hari. ya, 28 hari. atau kita bisa mengestimasikan , kurang lebih 30 hari. artinya, satu bulan. ya, hanya satu bulan. menurutmu tidak mungkin?! tapi menurut penulis buku itu, tak ada kata tidak mungkin bersama pertolongan Allah.

Pertanyaan selanjutnya, bagaimana caranya? dalam buku tersebut penulis menjelaskan minimal kita harus punya 3 unsur:

1. Semangat atau motivasi, Tekad kuat dan ketekunan
2. Kemampuan
3. Pergaulan baik dan dukungan.

Mumpung masih diberi kesempatan, Mari kita maksimalkan potensi yang diberikan Allah ini untuk mulai menghafal (3M), mulai dari diri sendiri, mulai dari yang terkecil, dan mulai dari sekarang..

Jangan Berlarut-larut!

Pagi ini menemukan suatu kisah sahabat yang sangat baik untuk direnungkan, disimak saja :-)

Suatu kali, Rasulullah SAW selesai sholat subuh. Beliau menghadap kepada para sahabatnya dan menanyakan kepada mereka, “Siapa yang pagi ini berpuasa?

Umar berkata, “Wahai Rasulullah, semalam aku tidak niat berpuasa, hari ini aku tidak berpuasa”.

Abu Bakar berkata, “Semalam aku tidak niat berpuasa, tapi hari ini aku tetap berpuasa”.

Rasulullah lalu bertanya, “Siapakah yang hari ini menjenguk orang sakit ?

Umar berkata, “Wahai Rasulullah, kita belum keluar sejak kita sholat tadi, bagaimana kita bisa menjenguk orang sakit ?”

Abu Bakar berkata, “Aku mendengar bahwa saudara Abdurrahman Bin Auf sakit, maka dalam perjalanan tadi aku mampir ke rumahnya untuk melihat keadaannya”.

Rasulullah SAW bersabda, “Apakah hari ini ada yang sudah memberi makanan kepada orang miskin ?

Umar berkata, “Wahai Rasulullah, kita baru saja sholat dan belum keluar”.

Abu Bakar berkata, “Aku masuk masjid, di sana ada peminta-minta. Di tangan anakku, Abdurrahman, ada sepotong roti. Aku mengambilnya dan memberikan kepadanya”.

Umar berkata, “Tidak ada perbuatan baik kecuali Abu Bakar telah mendahuluiku”.

Amal itu sejatinya adalah buah dari keimanan. Barangsiapa baik imannya, amal akan mengikutinya. Teringat akan cerita dari al akh, beliau pernah mengatakan, ada salah seorang temannya yang tidak mau memimpin syuro kalau malam hari sbelum syuro tersebut bliau tidak ber qiyamullail, ada lagi yang mengatakan tidak akan tidur sebelum menyelesaikan targetan tilawahnya 2 juz hari itu. Maka adalah wajar kalau dalam kondisi keimanan terbaik keberkahan Allah itu datang dalam amal-amal dakwah kita dan sebaliknya sungguh wajar kalau timbul pertanyaan mengapa agenda-agenda dakwah terasa hambar ? hanya mendaptkan capek, dsb. Boleh jadi karena agenda-agenda yang kita lakukan jauh dari keberkahan Allah, hanya sebatas teoritis belaka, Wallahu’alam

Lantas apa yang terjadi pada diri kita hari ini ? hampir setiap waktu kita habiskan di dunia maya; Blog, YM, facebook dan twitter. Coba bandingkan dengan waktu yang kita gunakan untuk beribadah kepada Allah! Naudzubillah, semoga ini tidak berlarut-larut..

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.